Pengurangan Kemiskinan sebagai Ideologi Pembangunan

20 February 2011

Sabrina Adani Katili

13007100

Indonesia adalah negara yang kaya. Indonesia tidak hanya memiliki begitu banyak kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga kebudayaan yang beraneka ragam. Dari segi geografis, Indonesia memiliki wilayah laut terluas (5,8 juta km2) dan jumlah pulau terbanyak (17.508 pulau). Panjang kepulauan Indonesia dari ujung ke ujungnya sama dengan jarak Dublin ke Moskow. Panjang pantai di Indonesia mencakup 81.000 km dan merupakan panjang pantai kedua di dunia setelah Canada, namun merupakan pantai tropis terpanjang di dunia(1).

Indonesia bukan negara miskin, tetapi 31,2 juta penduduk Indonesia dikategorikan sebagai orang miskin(2). Indonesia penghasil mas, tapi mas tersebut bukan milik Indonesia. Sumber gas tebesar di dunia terdapat di Indonesia(3), tetapi di Jawa timur Industri Petrokimia milik Negara (BUMN) nyaris tidak mendapat jatah gas.

Pemerintah sekarang terlalu berfokus pada mengundang investor asing. Dari media televisi, cetak, dan elektronik lainnya terlihat dengan sejelas-sejelasnya bahwa Presiden SBY sering berlawat keluar negeri untuk mengundang investor asing (4),(5) agar mereka membawa uang mereka dan mendirikan pabrik di negara ini lalu hasilnya akan kembali mereka bawa pulang ke negara asal mereka untuk dinikmati. “Investor dalam negeri harus aktif berkontribusi untuk mengundang investor luar negeri dengan tepat yang tepat dan membawa laba”, kata Presiden saat membuka perdagangan hari pertama Bursa Efek Jakarta (4/1/2010) (6).

Menurut saya hal tersebut bukanlah merupakan strategi pemberantasan kemiskinan. Di lihat dari kekayaan alam lainnya, Indonesia kaya batubara, tetapi hanya dapat mengekspor batubara sebanyak-banyaknya. Indonesia menghasilkan kelapa sawit dan coklat terbaik di dunia tapi tak dapat mengolahnya. Sumber migas blok Jatim yang sejumlah 90% dari 28 blok dikuasai oleh korporasi. Blok Cepu dikuasai Exxon. Blok Pangkah di Kabupaten Gresik dikuasai oleh Amerada Hess. Di Perairan Sampang, Madura, dikuasai Santos Oyong dari Australia. Di Tuban, Bojonegorom, Lamongan, dan Gresik dikuasai oleh Petrochina(7). Industri Petrokimia BUMN disana bagaikan ayam kelaparan di lumbung padi. Industri asing tersebut yang mengolah sumber daya alam Indonesia. Mereka mengolahnya dan membawanya kembali ke negaranya masing-masing sehingga rakyat Indonesia tidak memiliki apa-apa, hanya pajaklah yang didapat. Apa benar investor asing tersebut meningkatkan kesejahteraan bangsa?. Apa benar semakin hari jumlah rakyat miskin di Indonesia berkurang?

BUMN besar yang ada di Indonesia, seperti PT Krakatau Steel, PT Semen Gresik didirikan pada pemerintahan Presiden Soekarno. PT Bukit Asam yang diinisiasikan oleh pemerintahan Belanda. Perusahaan-perusahaan itulah yang turut mensejahterakan bangsa dan memberantas kemiskinan. Demi meningkatkan kesejahteraan bangsa dan memberantas kemiskinan sebaiknya Indonesia menjadi negara yang mandiri, mengolah dan menikmati kekayaannya sendiri.

Referensi:

(1) http://www.fig.net/pub/jakarta/papers/opening/os_1_kuntjoro/_fin_ppt.pdf

(2) http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/08/03/128161-mensos-312-juta-penduduk-indonesia-miskin

(3) http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1101090234

(4) http://gresnews.com/ch/Entertainment/cl/Finlandia/id/1060870

(5) http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=782:mengundang-investor-datang-&catid=75:opini&Itemid=123

(6) http://www.inilah.com/read/detail/259402/sby-investor-lokal-harus-aktif-undang-investor-asing/

(7) http://greeneers.multiply.com/journal/item/1796

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: