Bila Terang itu Tidak Kembali

17 March 2011

Tadi malem mati lampu. Gelap. Dan saya takut. Sangat takut. Saya langung mikir klo kesempatan adanya “terang” udah ga ada. Saya takut hal itu terjadi. Dan yang difikirkan saat itu hanya. Saya menyesal ga beresin kamar sebelum tidur. Saya menyesal saat saya mampu melakukan hal kebaikan yang ada saat terang. Tidak saya lakukan. Bener-bener perasaan yang sangat berbeda saya rasakan tadi malem. Jadi paginya kaya buka facebook udah jadi ragu-ragu. Begitu ceritanya. Saya harap saat malaikat itu menjemput saya, semua tugas saya sudah saya tunaikan. Hingga nanti akhirnya ga ada penyesalan sekecil apapun itu. Dan kamu tau. Saat mati lampu itu saya menyesalnya minta ampun. Minta ampun. Kenapa saya tadi gak ini. Gak itu. Padahal memang. Matilampunya jam 1 pagi tadi. Memang sewajarnya waktu untuk tidur dan ga mempermasalahkan apapun. Tapi itu, saya hanya takut. Kesempatan terang itu ga kembali.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: