Banyak Hutan, Banyak Rejeki

7 July 2011

Sabrina Adani Katili

13007100

Indonesia memiliki keanekaragaman berupa flora dan fauna, lebih banyak jumlah speciesnya dibandingkan dengan benua Afrika. Sepuluh persen (10%) dari seluruh spesies tumbuhan berbunga ada di Indonesia (+/- 27.500 spesies ada di Indonesia), 12% jenis mamalia di dunia, 16% jenis reptilia dan amphibia di dunia (+/- 1.539 spesies), 25% jenis ikan di dunia dan 17% jenis burung di dunia. Diantara spesies tersebut terdapat 430 spesies burung dan 200 mamalia yang tidak terdapat di tempat lain dan hanya ada di Indonesia misalnya orangutan, biawak komodo, harimau sumatera, badak jawa, badak sumatera dan beberapa jenis burung (birds of paradise). (Sumber : BAPPENAS. Biodiversity Action Plan for Indonesia, 1993 & World Conservation Monitoring Committee, 1994).

Indonesia memiliki Kawasan hutan yang sangat luas (120,35 juta Ha), setara dengan luas 4 negara besar di Eropa (Inggris, Jerman, Perancis dan Finlandia).Keanekaragaman fauna di Indonesia sangat tinggi ini didukung dengan keadaan tanah, letak geografi serta keadaan iklim. Hal ini ditambah dengan keanekaragaman tumbuh-tumbuhannya sebagai habitat satwa. Perusakan hutan dan perairan yang merupakan tempat habitat satwa masih terus berlangsung, demikian pula dengan perburuan, penangkapan, pencemaran dan lain-lain.

Hutan hujan tropika di Indonesia terdiri dari banyak pohon. Lebih kurang 4000 jenis yang tumbuh pada berbagai formasi hutan dan tipe hutan telah diketahui dan sekitar 400 jenis pohon telah diketahui nilai komersial kayunya. Potensi hutan rakyat yang dimiliki sebanyak 262.929.193 batang atau setara dengan 65.732.298 m3 (rata-rata per batang/pohon mempunyai volume 0,25 m3), yang terdiri dari jenis pohon jati, sengon, mahoni, bambu, akasia, pinus, dan sonokeling. Jumlah pohon yang siap ditebang sebanyak 74.806.038 batang atau 18.701.509 m3.

Dari berbagai infomasi di atas, selayaknya hutan tersebut akan dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Namun, realitanya, kesejahteraan rakyat Indonesia masih berada jauh dibawah. Dengan tentunya mempertimbangkan kelangsungan hutan sebagai paru-paru dunia, hutan yang ada bisa dijadikan sumber penghidupan rakyat. Sumber penghidupan wakta di Jawa Barat contohnya dari penaman kayu sengon. Kayu sengon banyak ditanam di pulau dimana hasilnya akan langsung dikomersialkan. Tetapi, menurut banyak informasi, kayu sengon tersebut belum dapat mensejahterakan rakyat yang ada. Kayu sengon yang ditanami rakyat banyak yang terjual dengan harga murah. Rakyat yang mengelola hutan tersebut hanya mampu menjual hasil hutannya pada supplier yang ada. Dan supplier yang terlibat tersebut mampu menjual kayu hasil hutan dari masyarakat tersebut dengan harga tinggi ke perusahaan-perusahaan berbahan baku kayu tersebut.

Selayaknya Kementrian Perhutanan harus lebih memperhatikan masalah ini. Demi hutan Indonesia yang dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia secara luas, tata niaga produk hutan harus segera diperbaiki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: