Paradigma Baru Membangun Ekonomi Indonesia

7 July 2011

Sabrina Adani Katili

13007100

Sebuah Negara yang benar adalah Negara yang memiliki visi yaitu Negara yang memiliki tujuan atau pandangan kedepan. Visi merupakan kata serapan bahasa Inggris dari kata vision yang artinya penglihatan. Oleh karena itu, Indonesia harus memiliki penglihatan kedepan sehingga rakyatnya akan sadar dan bahu membahu mewujudkannya bersama-sama. Adanya visi juga mengakibatkan Negara Indonesia dapat terus bersatu untuk memperjuangkan visi kedepannya. Tidak adanya visi bangsa menyebabkan rakyat Indonesia memilik pandangan berbeda-beda terhadap Negara ini. Tidak adanya visi bangsa yang jelas dapat menimbulkan pandangan yang negatif terhadap bangsa ini, misalnya pandangan kehancuran bangsa Indonesia di masa depan. Maka, visi Indonesia memang harus dibentuk secepatnya.

Pada Seminar Studium Generale ketiga, Bapak Hatta Rajasa mengemukakan bahwa Visi Indonesia akan diluncurkan pada April 2011 mendatang. Visi Indonesia ini akan memberikan suatu “penglihatan” akan peningkatan perkapita Negara ini menjadi sebesar 12.900-16.100 dollar Amerika dan nantinya Indonesia juga ditargetkan akan menjadi pemain penting dalam ekonomi global. Untuk mendorong Visi pembangunan Ekonomi Indonesia 2025, pemerintah telah menetapkan delapan program utama dan 18 aktivitas ekonomi. Kedelapan program utama tersebut adalah: sektor industri, pertambangan, pertanian, kelautan, pariwisata, telekomunikasi, energi, dan pengembangan kawasan.

Salah satu kabar baik lainnya yang disampaikan Bapak Hatta Rajasa adalah mengenai  perubahan industri yang akan didalami demi tercapainya visi Indonesia 2025 yaitu dengan pengkonsentrasian industri Indonesia pada industri proses. Pengkonsentrasian pada industri proses ini akan membuat ekspor yang dilakukan memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi daripada bila Indonesia hanya mengekspor bahan mentah.

Pertumbuhan ekonomi yang dialami indonesia terlihat begitu membaik dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 6,1 persen, lebih besar dari yang ditargetkan sebesar 5,5 %, terhitung pada penutupan akhir tahun 2010. Hal tersebut merupakan suatu kabar yang membuat keyakinan teguh bangsa ini terhadap terwujudnya visi yang ditetapkan          

Masih banyak kabar-kabar baik lainnya yang memacu optimisme berkembangnya Negara ini.  Dukungan-dukungan untuk majunya Indonesia juga terlontar oleh tokoh-tokoh politik Eropa. Ketua Kelompok Floor Leader Parlemen Jerman atau yang disebut Chairman of The CDU/CSU Parliamentary Group Volker Kauder memuji pelaksanaan demokrasi dan pluralisme di Indonesia, yang dia katakan berlangsung aman dan stabil(1). Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Norbert Baas, mengatakan, di masa mendatang Indonesia akan menjadi satu kekuatan besar di kawasan ASEAN dengan berbagai potensi yang dimilikinya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia(2). Dubes Prancis untuk Indonesia Philippe Zeller mengatakan, “Prancis salut terhadap Indonesia yang mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar enam persen di tengah krisis ekonomi global”(3). Dukungan dari Negara eropa tersebut akan membuat rakyat Indonesia akan memegang teguh atas keyakinan dari Indonesia 2025 tersebut dan bersama-sama bekerja dan berusaha agar visi itu tercapai.

Kunci masa depan Indonesia juga terletak pada kaum muda dan pengusaha. Bapak Hatta Rajasa menjelaskan bahwa rakyat Indonesia memang seharusnya memiliki jiwa entrepreneur. Entrepreneur yang dimaksudkan bukanlah semata-mata menjadi pengusaha, jiwa entrepreneur disini maksudnya adalah karakter yang selalu memberikan solusi, selalu memberikan nilai tambah pada suatu hal. Karakter itulah yang sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa ini. Terkadang risiko yang diambil oleh seorang entrepreneur memang besar. Tetapi Bapak Hatta Rajasa menjelaskan bahwa orangnya yang suka mengambil risiko, bukanlah orang yang bodoh. Orang yang suka mengambil risiko adalah orang yang pandai menghitung risiko. “Jangan mengikut pada perubahan, jadilah penggagas perubahan”, motivasi lain dari Bapak Hatta Rajasa. Pernyataan-pernyataan tersebut adalah pernyataan yang layak dan sangat baik dikeluarkan oleh seseorang pemimpin memancing keberanian yang ada di dalam diri orang lain.

 

Referensi:

(1)   http://cetak.kompas.com/read/2010/08/26/0322455/.parlemen.jerman.puji.pluralisme.di.indonesia

(2)   http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/10/12/16/152864-dubesjermanpujikekayaanalamindonesia

(3)   http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TFSF1T294M9IDLGDL

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: