The Hunger Games

29 March 2012

Sejujurnya, saya sangat menyukai film. Um. Senin kemarin saya baru nonton film yang keren, yang banyak memberikan pelajar. Yaa, sebenernya semua film itu dapat memberikan pelajaran yang bisa diambil si. Tapi disana, saya bisa belajar kalau dunia ini, bisa disimbolisasi bagaikan “The Hunger Games”. Di Qur’an juga bilangkan, Dunia adalah permainan dan senda gurau” [QS. al-Ankabuut (29): 64]. Bener-bener bisa dibaratkan “The Hunger Games” itu dunia. Dunia itu permainan, kata Quran. Awalnya kita tidak mengerti, dunia itu permainan? dunia itu monopoli? apa dunia itu menyenangkan kaya main PS?

Tapi bisa banget kan? dunia ini diibaratkan kaya “The Hunger Games”. Kita semua tributenya. Kita districs dari wilayah ayah ibu kita. Kita yang terpilih untuk ke dunia, untuk memainkan “Hunger Games” ini. Perhatikan deh, walaupun hari berganti, para tribute itu tetap waspada dan tidak terlena sama keindahan arena “Hunger Games”. Liat deh, mereka semua bisa melakukan apa saja, mau jahat, baik, tapi mereka kadang ga sadar, ada kamera yang terpampang di setiap sudut, yang dilihat sama para penonton di masing-masing districs. Disana, Katniss lupa, di arena Hunger Games, dia punya crush sama Peeta, dia ga sadar kalau sebenernya Gale ngeliat dia di monitor, dan Gale pastinya kecewa sama apa yang Katniss lakukan di The Hunger Games. di Hunger Games, setiap orang menunggu siapa korban berikutnya, sangat berharap agar banyak korban yang jatuh.

Ya. Seharusnya kita mencontoh kewaspadaan mereka, kewaspadaan kita di dunia ga boleh kalah sama kewaspadaan yang ada di “Hunger Games”. Kita tidak boleh lengah sama “Hunger Games” kita sendiri. Kita harus hati-hati dengan semua yang kita lakukan, karena “kamera malaikat” lebih detail dari kamera yang ada di film The Hunger Games itu. Yakinlah, Setan-setan di dunia juga sangat menunggu agar kita menjadi korban dunia berikutnya. Fuih. Satu lagi pelajaran yang didapat dari film itu adalah makna dari semua harapan “hope”, ekspektasi, doa. Yang tadinya hopeless, pemenang hunger games cuma ada satu, yang tadinya Peeta udah menyerah duluan, ternyata klo kita berharap, ga ada yang gabisa berubah. Akhirnya, pemenangnya jadi ada satu pasang, dan itu dari districs 12.

Yap. Berdoalah, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

That is what i’ve learned from “The Hunger Games”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: